TERNYATA INI PENYEBAB PRIA SERING GAGAL MENIKAH



Menjalin hubungan dalam waktu yang lama dengan pasangan, tidak selalu bisa menjadi jaminan untuk bisa menikah dengan orang yang dicintai. Bahkan tak jarang, pernikahan bisa gagal pada saat persiapan berbagai hal untuk masa depan bersama pasangan.
Bagi pria, mempersiapkan masa depan rumah tangga untuk istri dan anak menjadi harapan yang diinginkan. Hal ini menjadi nila tawar saat berhadapan dengan calon mertua. Karena itu banyak pria yang berusaha keras untuk bisa memiliki perekonomian yang mapan.
Namun ternyata, bukan hanya kemapanan ekonomi saja yang dibutuhkan dalam persiapan menikah. Bisa memikat hati calon mertua menjadi hal yang penting dilakukan saat pria sudah berpikir untuk menikah.
Tak jarang, pria gagal menikah justru karena terhalang restu dari calon mertua. Berikut ini alasan yang sering digunakan calon mertua tidak memberikan restu pada pria yang hendak menikahi anaknya.
Perbedaan keyakinan
Perbedaan keyakinan sering menjadi penghalang restu orang tua pada anaknya, terutama bagi para orang tua yang memiliki iman kuat pada agama yang dianut. Pada agama tertentu, ada kewajiban pasangan yang hendak menikah harus memiliki agama yang sama.
Meski cinta tidak pernah mengenal perbedaan keyakinan, tapi restu orang tua bisa berkata lain. Hal ini akan menimbulkan perselisihan, hingga kadang harus mengambil pilihan yang menyakitkan.
Perbedaan status sosial
Status sosial pria akan menjadi pertimbangan penting bagi calon mertua. Calon mertua akan melihat latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, pergaulan, dan hal lain yang menurutnya bisa memberikan jaminan masa depan bagi anaknya.
Tak jarang, calon mertua tidak mau memberikan restu karena menganggap pria yang hendak menikahi anaknya tidak satu level dengan keluarganya. Hal ini tentu menyakitkan bagi pria, calon mertua menganggap dirinya tidak bisa membahagiakan istrinya kelak, hanya karena perbedaan status sosial.
Jarak tempat tinggal yang jauh
Meski jaman sudah modern dengan kemajuan teknologi dan jarak bukan lagi hambatan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Jarak tempat tinggal masih sering menjadi pertimbangan bagi sebagian calon mertua untuk memberikan restu.
Ingin selalu dekat dengan anak, ingin bisa ikut merawat cucu, agar selalu mudah saat kumpul dengan keluarga besar, alasan ini sering menjadi pengahalang restu calon mertua. Sementara bagi pria yang sudah memiliki pekerjaan mapan dan memiliki tempat tinggal sendiri, alasan seperti ini tentu akan menyulitkan.
Keinginan untuk membawa calon istri ke rumah idaman, akan terhalang restu calon mertua yang tidak merelakan anaknya dibawa jauh.
Tidak mendapatkan restu dari calon mertua bisa menghancurkan segala harapan dan mimpi yang telah dibangun. Hingga kadang pria harus berada pada kondisi yang terpuruk dan berani melakukan hal-hal di luar nalarnya.
Bisa menerima kenyataan dan bangkit adalah hal terbaik yang harus dilakukan, daripada memperburuk keadaan. Bersabarlah dan mengertilah, yakinlah Tuhan punya rencana lain yang lebih indah.

TERORIS SANDERA PENGUNJUNG TAMARA PLAZA PURWOKERTO



Belasan pengunjung dan Karyawan Tamara Plaza Purwokerto dicekam ketakutan ketika tiga teroris masuk ke dalam . Tiga teroris ini menguasai ruang bagian dalam sehingga pengunjung yang kebanyakan terdiri dari wanita ini tersandera di dalam pusat perbelanjaan.
Suasana begitu mencekam ketika puluhan anggota polisi merangsek maju. Tembak-menembak terjadi. Beruntung, sandera selamat dan para teroris berhasil dilumpuhkan.
Di hari yang sama, sebelumnya, Kantor PLN Purwokerto terjadi teror bom. Satuan jihandak dan brimob berhasil menjinakkan bom tersebut.
“Simulasi pertama dilakukan di Kantor PLN Purwokerto, sedangkan simulasi pusat perbelanjaan dilakukan di Tamara Plaza,” kata Kepala Polres Banyumas, Gidion Arif Setiyawan kepada wartawan, Kamis (3/3).
Gidion menjelaskan, dalam simulasi tersebut digambarkan kantor PLN Purwokerto mendapat teror bom. Satuan Jihandak dan Brimob dikerahkan untuk menjinakkan bom tersebut.
Sementara, Di pusat perbelanjaan disimulasikan ada tiga teroris yang masuk dan menyandera sejumlah karyawan dan pengunjung. Polres Banyumas berhasil melumpuhkan teroris dengan mengerahkan satuan serse dan buser.
“Orientasi yang ingin kita capai, yang pertama secara internal, saya sebagai penanggung jawab keamanan mengetahui persis sumber daya yang saya punya Baik dari Brimob maupun dari Polres. Berkaitan dengan materiil, kemudian kompetensinya personilnya untuk menghadapi ancaman,” jelasnya.
Gidion menjelaskan, potensi teror di kantor pemerintah dan swasta patut diwaspadai menyusul menjamurnya ajaran radikal. Dalam simulasi ini, 150 personil gabungan dilibatkan.
Selain itu, masyarakat juga dilibatkan agar nantinya terlatih untuk mengantisipasi serangan teror dan bisa melakukan upaya penyelamatan diri.

Kategori

Kategori